Senin, 10 Maret 2014

Aku kamu kita

Debu-debu yang mulai pengapkan paru
Gelap jalan saat engkau ragu
Sejengkal langkahmu berat ditindih batu
Hati yang mulai menghitam, mulutmu yang mulai membisu

Hati yang masih hitam, pelan dan mulai menghilang
Saat itu kau melihat, dan terhunus pedang
Kau kembali dengan hati riang, dengan sebolah mata digenggaman
Peri kecil yang menemani, menyinari gelapnya hati

Sedang saat kau berjalan pelan,
Terasa nanah pecah terbelah
Dan sakitnya tak lagi terampunkan, kau datang dan dicampakan
Tetes darah dari mata kiri, sudah membuktikan

Dan pulanglah, hei kau pejantan buntal
Terlalu sakit bila dilanjutkan
Dan tidurlah, hei kau anak mami
Manusia itu, hanyalah segumpalan dosa hitam